Psikologi dan penerapannya ‘’Manusia
Dan Bakat Lingkungan’’
I. Pendahuluan
Psikologi Lingkungan adalah ilmu kejiwaan yang
mempelajari perilaku manusia berdasarkan pengaruh dari lingkungan tempat
tinggalnya, baik lingkungan sosial, lingkungan binaan ataupun lingkungan alam.
Dalam psikologi lingkungan juga
dipelajari mengenai kebudayaan dan kearifan lokal suatu tempat dalam memandang
alam semesta yang memengaruhi sikap dan mental manusia.
II. Pembahasan
A. Faktor-Faktor Bakat Lingkungan
Besar
kecilnya pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan perkembangannya
bergantung pada keadaan lingkungan anak itu sendiri serta jasmani dan
rohaninya.
a. Keluarga
Keluarga, tempat anak diasuh dan dibesarkan, berpengaruh besar terhadap
pertumbuhan dan perkembangannya, terutama keadaan ekonomi rumah tangga serta
tingkat kemampuan orangtua dalam merawat yang sangat besar pengaruhnya terhadap
pertumbuhan jasmani anak. Sementara tingkat pendidikan orang tua juga besar
pengaruhnya terhadap perkembangan rohaniah anak, terutama kepribadian dan
kemajuan pendidikannya.
b. Sekolah
Sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak terutama untuk kecerdasannya. Anak yang tidak pernah sekolah
akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan
pola pikir anak, karena di sekolah mereka dapat belajar bermacam-macam ilmu
pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya turut menentukan
pola pikir serta kepribadian anak.
Anak yang
memasuki sekolah guru berbeda kepribadiannya dengan anak yang masuk STM.
Demikian pula yang tamat dari sekolah tinggi akan berbeda pola pikirnya dengan
orang yang tidak bersekolah.
c. Masyarakat
Masyarakat adalah lingkungan
tempat tinggal anak. Mereka juga termasuk teman-teman anak di luar sekolah.
Kondisi orang-orang di lingkungan desa atau kota tempat tinggal anak juga
turut mempengaruhi perkembangan jiwanya.
d. Keadaan Alam sekitar
Kedaan alam sekitar tempat
tinggal anak juga berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Alam
tempat tinggal manusia memiliki bentuk yang berbeda, seperti pegunungan,
dataran rendah dan daerah pantai. Keadaan alam sekitar adalah lokasi tempat
anak bertempat tinggal. Sebagai contoh, anak yang tinggal di daerah pegunungan
akan cenderung bersifat lebih keras daripada anak yang tinggal di daerah
pantai, anak yang tinggal di daerah dingin akan berbeda dengan anak yang
tinggal di daerah panas. Perbedaan di atas adalah akibat pengaruh keadan alam
yang berbeda. Keadaan alam yang berbeda akan berpengaruh terhadap perkembangan
pola pikir atau kejiwaan anak.
e. Pengaruh Teknologi
Pada masa sekarang ini, Indonesia sedang mengalami
transformasi besar-besaran, baik akibat perubahan kondisional, seperti
pertambahan jumlah penduduk yang luar biasa, maupun interaksi yang intensif
antara kebudayaan asli dengan kebudayaan mancanegera, khususnya melalui
jaringan telekomunikasi yang sangat canggih seperti, televisi dan internet.
Perubahan penduduk yang pesat telah membawa dampak
perubahan perilaku yang dahsyat. Semula, komunitas primordial dapat memenuhi
kebutuhan pokok anggota-anggotanya. Kini, pertambahan penduduk yang pesat
menghancurkan kepentingan komunitas tersebut.
Pertambahan penduduk ini juga
berdampak pula pada pola-pola migrasi. Urbanisasi makin deras sehingga
menimbulkan penumpukan penduduk di kota-kota. Penumpukan warga kota yang
semakin padat menyebabkan lapangan pekerjaan semamikin menyempit. Hal ini akan
menimbulkan kemiskinan. Kemiskinan akan menyebabkan perilaku yang beringas di
perkotaan dan meningkatnya tindak kriminalitas, seperti pencopetan, penodongan,
dan tindak kekerasan lainnya.
Perubahan perilaku yang deras juga
terjadi akibat interaksi antara sistem kebudayaan yang berbeda-beda. Ambilah
contoh perilaku masyarakat desa yang sudah pindah ke kota besar. Mereka
cenderung menjadi orang-orang yang hedonis, konsumtif dan kapitalis karena
beranggapan bahwa sikap semacam itulah yang dinamakan sikap manusia modern.
Lingkungan kota sangat berbeda
dengan lingkungan desa. Jika lingkungan kota adalah lingkungan pekerja yang
dekat dengan teknologi canggih, seperti karyawan pabrik yang akrab dengan
mesin-mesin pabrik dengan teknologi tinggi atau karyawan kantor yang akrab
dengan media komputer, sementara masyarakat desa akrab dengan lingkungan alam
karena kebanyakan mereka bekerja sebagai petani.
Maka jelaslah secara perilaku akan jauh berbeda,
meskipun tidak menutup kemungkinan masyarakat desa pun sudah mengenal teknologi
seperti internet sehingga pengaruh budaya luar dengan mudah masuk ke dalam isme
mereka.
f. Value Confusion
Dari konflik inilah muncul apa yang
disebut Value Confusion, ketika nilai-nilai yang berbeda bahkan bertentangan
dianggap sama sahnya. Misalnya nilai rukun dan nilai kebebasan. Terkadang
muncul pula suasana kosong nilai atau anomi, karena tak ada lagi nilai-nilai
yang dapat dijadikan pegangan.
Mencermati hal di atas maka perilaku masyarakat kota
itu cenderung lebih bebas karena sudah tidak mengindahkan nilai-nilai yang ada.
Mungkin dapat dikatakan bahwa perilaku masyarakat kota itu lebih tidak bermoral
daripada masyarakat desa.
B. Pengaruh
Lingkungan terhadap Individu
Lingkungan merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku
individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk
didalamnya adalah belajar. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang
menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan
itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa
melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan
itu senantiasa tersedia di sekitarnya. Sejauh mana pengaruh lingkungan itu bagi
diri individu, dapat kita ikuti pada uraian berikut :
1. Lingkungan membuat
individu sebagai makhluk sosial
Yang dimaksud dengan lingkungan pada
uraian ini hanya meliputi orang-orang atau manusia-manusia lain yang dapat
memberikan pengaruh dan dapat dipengaruhi, sehingga kenyataannya akan menuntut
suatu keharusan sebagai makhluk sosial yang dalam keadaan bergaul satu dengan
yang lainnya. Terputusnya hubungan manusia dengan masyarakat manusia pada
tahun-tahun permulaan perkembangannya, akan mengakibatkan berubahnya tabiat
manusia sebagai manusia. Berubahnya tabiat manusia sebagai manusia dalam arti
bahwa ia tidak akan mampu bergaul dan bertingkah laku dengan sesamanya. Dapat
kita bayangkan andaikata seorang anak manusia yang sejak lahirnya dipisahkan
dari pergaulan manusia sampai kira-kira berusia 10 tahun saja, walaupun
diberinya cukup makanan dan minuman, akan tetapi serentak dia dihadapkan kepada
pergaulan manusia, maka sudah dapat dipastikan bahwa dia tidak akan mampu
berbicara dengan bahasa yang biasa, canggung pemalu dan lain-lain. Sehingga
kalaupun dia kemudian dididik, maka penyesuaian dirinya itu akan berlangsung sangat
lambat sekali.
2. Lingkungan
membuat wajah budaya bagi individu
Lingkungan dengan aneka ragam
kekayaannya merupakan sumber inspirasi dan daya cipta untuk diolah menjadi
kekayaan budaya bagi dirinya. Lingkungan dapat membentuk pribadi seseorang,
karena manusia hidup adalah manusia yang berfikir dan serba ingin tahu serta
mencoba-coba terhadap segala apa yang tersedia di alam sekitarnya.
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :
Lingkungan memiliki peranan bagi individu, sebagai :
- Alat untuk kepentingan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan sosial individu. Contoh : air dapat dipergunakan untuk minum atau menjamu teman ketika berkunjung ke rumah.
- Tantangan bagi individu dan individu berusaha untuk dapat menundukkannya. Contoh : air banjir pada musim hujan mendorong manusia untuk mencari cara-cara untuk mengatasinya.
- Sesuatu yang diikuti individu. Lingkungan yang beraneka ragam senantiasa memberikan rangsangan kepada individu untuk berpartisipasi dan mengikutinya serta berupaya untuk meniru dan mengidentifikasinya, apabila dianggap sesuai dengan dirinya. Contoh : seorang anak yang senantiasa bergaul dengan temannya yang rajin belajar, sedikit banyaknya sifat rajin dari temannya akan diikutinya sehingga lama kelamaan dia pun berubah menjadi anak yang rajin.
- Obyek penyesuaian diri bagi individu, baik secara alloplastis maupun autoplastis. Penyesuaian diri alloplastis artinya individu itu berusaha untuk merubah lingkungannya. Contoh : dalam keadaan cuaca panas individu memasang kipas angin sehingga di kamarnya menjadi sejuk. Dalam hal ini, individu melakukan manipulation yaitu mengadakan usaha untuk memalsukan lingkungan panas menjadi sejuk sehingga sesuai dengan dirinya. Sedangkan penyesuaian diri autoplastis, penyesusian diri yang dilakukan individu agar dirinya sesuai dengan lingkungannya. Contoh : seorang juru rawat di rumah sakit, pada awalnya dia merasa mual karena bau obat-obatan, namun lama-kelamaan dia menjadi terbiasa dan tidak menjadi gangguan lagi, karena dirinya telah sesuai dengan lingkungannya.
C. Bagaimana individu berhubungan dengan lingkungan ?
Allport
merumuskan kepribadian manusia itu sebagai berikut : “ kepribadian adalah
organisasi dinamis dari pada system psikofisik dalam individu yang turut
menentukan cara-caranya yang unik ( khas ) dalam menyelesaikan dirinya dengan
lingkungan”.
Dari
definisi tersebut jelas bahwa kepribadian manusia tidak dapat dirumuskan
sebagai suatu keseluruhan atau kesatuan individu saja, tanpa sekaligus
meletakan hubungannya dengan lingkungannya. Kepribadian itu menjadi kepribadian
apabila keseluruhan system psikofisiknya, termasuk pembawaan, bakat, kecakapan,
dan cirri-ciri kegiatannya, menyatakan diri dengan khas dalam
menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.
Menurut woodworth, cara-cara
individu itu berhubungan dengan lingkungannya dapat dibedakan menjadi empat
macam :
- Individu bertentangan dengan lingkungannya,
- Individu menggunakan lingkungannya
- Individu berpartisipasi dengan lingkungannya
- Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Sebenarnya keempat macam cara
hubungan individu dengan lingkungannya itu dapat kita rangkumkan menjadi satu
saja, yakni bahwa individu itu senantiasa berusaha untuk “ menyesuaikan diri” (
dalam arti luas ) dengan lingkungannnya.
Dalam arti yang luas
menyesuaikan diri itu berarti :
1) Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan ( penyesuaian
autoplastis )
Sumber:
Udhiexz , 2008.Pembawaan
Keturunan dan Lingkungan. [Online] Available at: http://udhiexz.wordpress.com/2008/04/12/pembawaan-keturunan-dan-lingkungan/ [Accessed 23 December 2012].
Hayat, 2012. Pengaruh
Hereditas dan Lingkungan Terhadap Perkembangan Manusia. [Online] Available at: file:///D:/psikokes/pengaruh-hereditas-dan-lingkungan.html [Accessed 23 December 2012].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar